Mampukah KPK Membuka "Kotak Pandora" di Lembaga Polri

Komhukum (Jakarta) - Sejak kemarin sore hingga hari ini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Gedung Korlantas Polri di Jl MT Haryono, Jakarta Timur.

Penggeledahan terkait dengan penyidikan dugaan korupsi pengadaan simulator alat mengemudi kendaraan roda empat dan roda dua di lembaga itu. Namun apakah langkah ini merupakan  kemajuan dalam membongkar berbagai kasus korupsi yang sempat digembar-gemborkan  di lembaga "seragam coklat" tersebut.

Langkah berani yang diambil oleh KPK ini mendapat apresiasi dari banyak pihak namun juga menimbulkan tanda tanya akan langkah penanganan selanjutnya.

Menurut, Pengamat dan praktisi hukum, Alfons Loemau, M.Si, M.Bus, langkah penggeledahan yang dilakukan oleh KPK hari ini patut diapresiasi. Tetapi harus dipahami bahwa penggeledahan itu bukan hanya merujuk pada dua hal yang telah teridentifikasi adanya penyalagunaan wewenang.

"Selama ini ada begitu banyak kasus yang melanda lembaga ini mulai dari kasus rekening gendut, berbagai peralatan canggih  hingga pengadaan alat-alat komunikasi/ALKOM JARKOM. Jadi persoalannya bukan hanya pada  kasus dugaan suap korupsi proyek Simulator alat uji test mengemudi  melainkan juga merujuk banyak persoalan korupsi terdahulu yang telah melanda lembaga polri.  Pertanyaan sanggupkah KPK membuka "kotak Pandora" mendung gelap terkait kasus ini," tandasnya kepada Komhukum.com terkait penggeledahan di kantor Korlantas, Selasa, (31/07).

Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini juga mempertanyakan tentang  proses pengadaan alat simulator yang kini disinyalir adanya dugaan mark up dan rekayasa penentuan bahkan menyeret seorang Irjen Pol dan rekanan B.S sebagai   tersangka.

"Apakah pengadaan alat simulator ini sudah merupakan hasil kajian  yang komprehensif  dari lembaga penelitian dan pengembangan Polri dan juga telah melalui proses beauty contest proper dan prosedural sehingga pengadaannya tidak hanya  sekedar bermanfaat bagi masyarakat, Polri  dalam melaksanakan tugasnya dan memberi efektivitas yang nyata bagi bonum commune (kebaikan bersama) terutama rakyat banyak namun juga patut didalami dari segi efektivitas penggunaan anggaran . Jangan-jangan simulator ini hasil tawaran dari para sponsor yang datang ke polri," tanya Alfons.

Alfons kembali menegaskan agar KPK juga harus bisa menjelaskan secara hukum dengan penetapan Irjen Pol DS sebagai tersangka. "Pasalnya penetapan seorang tersangka harus melalui penyelidikan  setelah mempunyai bukti perumusan yang cukup setidaknya lebih dari satu alat bukti. Dan tiap bukti harus memiliki keterikatan satu sama lain agar tidak  bias dalam membuat kesimpulan yang menyatakan para pihak baik sebagai saksi atau sebagai pelaku/ tersangka," tegasnya.

Penjelasan kasus tersangka ini harus dikedepankan karena proses pengadaan alat simulator itu melewati tahap yang panjang dalam memverifikasi berbagai dokumen terkait.

"Pengadaan alat simulator mulai dari pengajuan rencana kebutuhan, perencanaan penggunaan, penganggaran hingga pemenangan tender melewati berbagai tahap yang melibatkan  banyak pihak. Tetapi apakah KPK mampu membongkar kotak pandora Ketidakadilan sehingga semuanya terungkap. Ataukah KPK hanya mampu menatap kotak pandora hingga yang tersisa hanya harapan dan pada akhirnya semua hilang dan tak terungkap kayak kisah mitologi Yunani kuno," jelas Alfons menilik pada kisah Zeus  memberikan Pandora pada Epimetheus.

Sedangkan IPW menilai Penggeledahan KPK terhadap Korlantas Mabes Polri sebagai sebuah fenomena baru. "Tidak biasanya KPK seberani itu, sejak berdirinya KPK 10 tahun lalu, baru kali ini KPK berani menyentuh Polri," terang Ketua Presidium Indoneia police Watch (IPW), Neta S Pane melalui pesan SMS kepada Komhukum.com, di Jakarta, Selasa (31/07).

Selama ini lanjut Neta, KPK selalu ewuh pakewuh kalau berhadapan dengan institusi Polri. Hal itu dikarenakan 110 penyidik KPK adalah para perwira Polri. Dengan adanya gebrakan baru ini pihaknya berharap KPK konsisten. "Kita tidak ingin KPK justru diperalat oleh "perang bintang" dan persaingan tidak sehat yang terjadi di Polri menjelang pergantian Kapolri," kata Neta.

Neta mengatakan, belakangan ini beredar kabar akan adanya pergantian Kapolri, dan munculnya persaingan tidak sehat di antara Pati Polri. "Jika terjadi korupsi KPK harus mengusut tuntas kasusnya, sehingga tidak ada kesan KPK hanya diperalat untuk menjatuhkan citra perwira tinggi tertentu dalam persaingan calon kapolri pasca Jenderal Timur Pradopo," tandas Neta. (K-5/KOMHUKUM.COM)

Leia Mais

Menilik Makna Filosofi Tiilangga, Topi Khas Rote

Komhukum (Rote) - Tiilangga adalah topi tradisional yang berasal dari Pulau Rote, pulau terkecil di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berbentuk melingkar dengan sebuah tanduk kecil berdiri tegak di atasnya. Tanduk ini sering disebut pula dengan istilah antena.

Tiilangga terbuat dari daun lontar, termasuk antenanya yang mempunyai sembilan tingkat. Walaupun hanya sebuah topi tetapi ada filosofi di balik rancangannya teramat dalam dan menarik. Kesembilan lekukan pada antena yang menancap diartikan sebagai sembilan strata dalam pemerintahan yang berkuasa saat itu.

Di pulau yang terkenal akan budidaya lontar tersebut, strata dimulai dari golongan masyarakat biasa yang mereka lambangkan sebagai lekukan terkecil di paling atas. Sementara raja atau kepala pemerintahan yang disimbolkan pada lekukan yang lebih besar, yang posisinya di bagian dasar topi.
 

Lekukan melingkar menyimbolkan dukungan mereka terhadap segala kebijakan atau peraturan yang dikeluarkan raja atau pemerintah yang berkuasa. Ini pun ditegaskan dengan bentuk antena yang tegak, sebagai simbol kepemimpinan.

Seperti topi umumnya, makna dari topi tradisional ini adalah sama yaitu sebagai penutup kepala bagi lelaki dari Pulau Rote. Tiilangga juga diyakini mampu mengubah tampilan mereka menjadi lebih gagah. Sejak dulu sampai sekarang, Tiilangga tetap dikenakan oleh para lelaki dari semua kalangan.
 

Saat mereka menghadiri acara adat, menghadiri acara di kantor pemerintahan, tampil menari di upacara, Tiilangga menempel di kepala termasuk saat mereka hendak pergi ke kebun atau sawah. (K-5/El)

Leia Mais

Liburan Menyenangkan Gaya Opera

Komhukum (Jakarta) - Opera Software, pembuat web browser Opera, menawarkan beberapa tips mempersiapkan liburan secara online maupun secara offline yang diharapkan dapat memperlancar dan menyenangkan waktu liburan.

"Melakukan tindakan back-up akan membuat kita terhindar dari kesulitan di saat berlibur dan layanan secara online dapat membantu kita juga," kata Vice President of Product di Opera Software, Jan Standal.

Ia mengatakan, salah satu hal menyenangkan dalam berlibur adalah merasakan hal-hal baru yang berbeda, bahkan tidak disangka namun seseorang harus mempersiapkan untuk menghadapi kejutan-kejutan yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu jadwal liburannya.

Menurut dia, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan saat berlibur dibutuhkan persiapan lebih dari sekadar mencari tahu cuaca di lokasi tujuan wisata tetapi juga perlu dilakukan berbagai persiapan yang dapat membantu seseorang selama berlibur.

"Membuat Plan B untuk liburan akan membantu kita terhindar dari stress, bahkan jika kita kehilangan koper atau menghabiskan uang saku," jelasnya.

Berikut beberapa tips yang ditawarkan agar liburan semakin menyenangkan:

Di atas awan
Biasakan untuk meninggalkan salinan dokumen perjalanan, asuransi dan nomor telepon penting pada keluarga atau teman dekat, plus siapkan satu set cadangan untuk anda sendiri.

Tetapi, supaya lebih aman, scan dokumen dan simpan secara online, jadi seseorang dapat mengaksesnya dimanapun. Email dokumen diri sendiri dan keluarga terdekat, atau simpan di dalam penyimpanan online seperti Dropbox, Google Drive atau layanan simpan data lainnya.

Bagasi (tanpa emosi)
Kehilangan bagasi adalah kejadian yang kadang terjadi, tetapi jika itu menimpa siapkan Plan B. Simpan baju cadangan di tas kabin, dan juga semua benda yang penting, seperti obat-obat pribadi, resep atau kacamata cadangan.

Periksa bagasi yang hilang di Mylostbag.com. Perlu membeli pakaian baru dengan cepat? Cek konversi ukuran baju secara online untuk mengetahui ukuran baju dan sepatu yang berlaku lokal. Tidak hanya pakaian baru akan membuat seseorang sedikit lega, tetapi juga bisa menjadi cinderamata.

Uang Saku
Beberapa hal akan dapat menyurutkan antusiasme liburan selain kehilangan uang atau kartu kredit. Untuk mengindari kehilangan atau dicuri, pisahkan uang tunai dan kartu kredit di safe deposit box pada kamar hotel (atau tempat tersembunyi lainnya) dan money belt yang dapat digunakan di dalam pakaian.

Pertimbangkan juga untuk menyediakan dompet cadangan dengan uang receh dan kartu kredit yang sudah habis masa berlakunya, untuk diberikan bila terjadi penodongan atau tindak kriminalitas di lokasi wisata. Ingat juga untuk menulis nomor telephone dari penyedia kartu kredit jadi bisa dengan cepat menelepon untuk memblokir kartu kredit yang hilang sebelum dipakai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sinkronisasi halaman web
Ingin tetap online selama liburan? Beberapa browser web dapat men-sinkronisasi informasi seperti bookmarks dan password pada computer, ponsel dan tablet. Jadi, walaupun sedang berlibur, situs favorit atau halaman informasi travel yang disimpan di dalam komputer di rumah dapat juga diakses di ponsel.

Foto liburan
Zaman untuk mengambil foto selama berlibur dan berharap roll film dapat berfungsi dengan baik ketika telah tiba di rumah sudah berlalu. Tetapi, disaat mengambil foto menggunakan kamera yang canggih atau hanya lewat ponsel, menyimpan back-up foto pada fasilitas penyimpanan foto online tetap disarankan.

Cobalah layanan seperti Flickr, Photobucket atau bahkan di dalam album di situs jejaring sosial favorit. Dengan cara itu, jika terjadi sesuatu pada kamera atau ponsel, maka kenangan dari perjalanan liburan tetap dapat diakses saat kembali ke rumah.

Tetap selaras dengan musik dan buku
Tidak dapat hidup tanpa musik? Cara terbaik adalah dengan mem-back up list music di external hard drive sebelum pergi berlibur. Untuk e-books, seseorang dapat menempatkan buku yang telah dibeli di perpustakaan virtual yang dapat diunduh ulang jika diperlukan.
Kebanyakan toko menyimpan semua pembelian pada akun jadi meskipun perangkat terjatuh ke kolam renang, seseorang tetap dapat mengunduh ulang semua lagu dan buku favorit dari Amazon, iTunes dan dari kebanyakan aplikasi toko untuk mengunduh buku dan musik lainnya.

Mengisi ulang
Tidak semua negara memiliki outlet pengisian power listrik yang sama. Periksa secara online jika butuh membeli adapter, dan kunjungi toko elektronik atau toko di airport untuk membeli adapter yang sesuai. Tanpa adapter, ponsel, kamera dan laptop jadi tidak bisa digunakan dan seseorang tidak akan mau menghabiskan waktu untuk mencari toko elektronik di tujuan wisata ketika bisa memulai liburan dengan berjalan-jalan, mencoba kuliner lokal atau bersantai di pantai.

Jika benar-benar memerlukan, tanyakan kepada hotel untuk meminjam adapter atau kabel charger. "Ikuti tips ini untuk menghemat waktu, uang dan stress, dan pastikan untuk mendapatkan liburan yang menyenangkan dan berjalan lancar. Bersiap untuk liburan tidak hanya sekadar memeriksa cuaca dan memastikan untuk memakai baju yang sesuai," demikian Jan Standal. (K-4/EIO)

Leia Mais

Di Balik Indahnya Pulau Lengkuas

Komhukum (Belitung) - Lengkuas selalu terkenal sebagai salah satu bumbu dapur yang sering dipakai oleh ibu rumah tangga dalam memasak.

Bagaimana kalo ternyata ada salah satu pulau di Indonesia yang bernama pulau lengkuas.
Aneh bukan? Mungkin anda akan terperangah heran dibuatnya, namun begitulah adanya.

Bila ada sebuah lokasi yang tidak boleh anda lewatkan ketika berkunjung ke Belitung, itu adalah Pulau Lengkuas.

Pulau lengkuas ini terletak di barat laut pulau Belitung atau apabila anda menghadap kearah utara dari pantai Tanjung Kelayang, letaknya diarah jam sepuluh, sekitar 300 derajat barat laut.

Untuk mencapai pulau Lengkuas ini, bisa melalui desa Tanjung Kelayang maupun desa Tanjung Binga. Bila anda memilih desa Tanjung Kelayang sebagai awal perjalanan, maka anda bisa mampir ke pulau Pasir, pulau Babi, pulau Burung, dan pulau Kelayang terlebih dahulu sebelum akhirnya ke pulau Lengkuas.

Namun, bila anda mengambil rute Tanjung Binga maka anda bisa mampir ke pulau Litung dan pulau Semaju, sebelum akhirnya menuju pulau Lengkuas. Kurang lebih luas total dari Pulau Lengkuas adalah 1 Ha. Disekitar pulau banyak ditemukan pulau batu granit yang dapat dicapai dengan berjalan kaki melintasi laut dangkal yang kedalamannya kurang lebih 1,2 M.
 
 
Batu-batu granit di sekitar pulau Lengkuas
 
Dan, batu-batu granit tersebut memiliki bentuk yang unik berbeda dengan tempat yang lain dengan kombinasi pasir putih dan pohon. Memiliki air laut yang bening dan anda bisa melihat ikan-ikan yang berenang didalamnya. Tempat ini sangat bagus untuk melakukan penyelaman.

Pulau yang masih berada dalam kecamatan Sijuk ini sejatinya adalah ikon pulau Belitung yang terkenal dengan negeri Laskar Pelangi-nya. Ada beberapa aktifitas yang dapat dilakukan di pulau lengkuas ini diantaranya yaitu, snorkeling, memancing, mengelilingi pulau, naik ke mercusuar, dan berfoto ria. Sunset dan sunrise pun bisa anda nikmati dari pulau ini, karena letaknya yang memang sedikit keluar, kearah laut Cina Selatan.

Sehingga sunset dan sunrise tidak terhalangi oleh pulau-pulau lainnya. Di pulau Lengkuas inilah berdiri sebuah mercusuar yang menjadi ikon pulau Belitung. Mercusuar ini merupakan produk pabrikan Chance Brothers & Co yang terletak dekat kota Birmingham. Walaupun berkarat disana-sini, mercusuar yang dibuat pada tahun 1882 ini masih berdiri dengan kokohnya.
 
Sebuah mercusuar di pulau Lengkuas yang menjadi ikon pulau Belitung
 
Untuk naik ke bagian atas mercusuar dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dan pada bagian teratas mercusuar ini terdapat lampu suar yang beroperasi mulai pukul 17.00 sore hingga pukul 06.00 pagi. Posisi jendela pandang tiap lantainya berselang-seling. Misal, lantai 1 jendelanya menghadap ke arah timur dan utara, lantai 2 jendelanya menghadap ke barat dan selatan. Dan pada lantai 3, jendelanya kembali menghadap kearah timur dan utara, begitu seterusnya.
 
Ruangan mercusuar di pulau Lengkuas
 
Pantai di Pulau Lengkuas yang memiliki pasir halus putih bersih juga sangat indah. Di perairan sekitar pulau ini pengunjung dapat berenang dan melakukan snorkeling. Air yang bersih dan jernih sangat cocok snorkeling. Di berbagai sudut terdapat tumpukan batu granit besar.

Saat yang paling tepat untuk berkunjung ke Pulau Lengkuas adalah di pagi hari menjelang siang, terutama pada akhir pekan atau hari libur. Di pagi hari pulau masih sepi sehingga anda dapat menikmati suasana yang tenang dan cuaca yang cenderung lebih bersahabat. Menjelang siang akan banyak rombongan datang untuk berpiknik di pulau ini.

Tidak jauh dari Pulau Lengkuas, terdapat sebuah pulau lain yang lebih kecil, yaitu Pulau Burung. Pulau ini dinamai demikian karena ada sebuah batu granit raksasa yang berbentuk seperti kepala burung. Biasanya, pulau ini menjadi perhentian berikutnya setelah puas menikmati pulau Lengkuas.

Satu lagi, di pulau Lengkuas ini, anda juga bisa bermalam dipinggir pantai dengan mendirikan tenda sambil memanggang ikan dan memandang bintang-bintang dilangit, sungguh sebuah perjalanan yang sempurna dan menarik, bukan? (K-4/Komhukum)
 
Sumber: KOMHUKUM.COM 

Leia Mais

Mayat Itu Berjalan Lagi Bukan Sebagai Kuntilanak


Komhukum (Jakarta) - Apa kabar PT. Kertas Leces (Persero)? Yang sudah lebih dari dua tahun mati suri? Yang selama itu nasib karyawannya tidak menentu? Yang diyakini tidak akan bisa hidup lagi kalau tidak digerojok uang negara Rp. 200 miliar?‬‬

‪‪Sejak dua minggu lalu pabrik kertas yang sangat besar yang berlokasi di selatan Probolinggo ini sudah mulai siuman. Tanda-tanda kehidupan sudah mulai kelihatan. Suara mesin sudah kembali menderu.

Leces hidup lagi!

Bukan sebagai mayat berjalan, tapi sebagai pasien yang sudah bisa dipaksa berjalan.‬‬ Semula negara sudah setuju kembali menggerojok uang Rp. 200 miliar ke Leces. Tapi ketika saya diangkat jadi Menteri BUMN rencana penggerojokan itu saya minta ditunda.

Saya ingin lihat dulu apakah benar persoalan pokoknya pada modal. Apakah bukan pada manajemen. Ini harus saya pelajari dulu, agar negara tidak mudah begitu saja menggerojokkan dana ratusan miliar. Belum tentu dengan dana tersebut pabrik kertas, atau bisnis apa pun yang lagi kesulitan, bisa diselamatkan.‬‬
‪‪
Kadang satu manajemen memiliki kecenderungan untuk mencari jalan yang paling mudah. Alasan ketidakcukupan modal adalah kambing hitam yang sangat lezat disate dan disuguhkan. Tapi dari pengalaman saya belum tentu akar masalahnya di modal. Sering kali pokok persoalannya di manajemen itu sendiri.‬‬
‪‪
Memang banyak yang sewot ketika saya menyetop pengucuran dana itu. Untuk apa distop? Kan sudah disetujui? Tinggal dicairkan? Kok bodoh amat diberi uang ratusan miliar tidak segera ditangkap?‬‬
‪‪
Tentu saya tidak akan tergoyahkan dengan penilaian seperti itu. Kalau memang ada jaminan dengan pencairan dana tersebut Leces pasti hidup, saya pun akan langsung setuju. Masalahnya jaminan pasti hidup itu yang tidak ada. Terbukti gerojokan uang ratusan miliar di tahun-tahun yang lalu juga tidak berhasil menghidupkan Leces. Uang itu habis lagi dan habis lagi. Dan kecenderungannya akan minta lagi dan minta lagi.‬‬
‪‪
Untuk Leces saya melihat persoalan pokok di manajemen. Itu bisa saya rasakan ketika saya bermalam di komplek pabrik kertas Leces di malam Idul Adha lalu. Saya melihat manajemen sudah betul membangun boiler baru dengan bahan bakar batubara. Itu akan membuat biaya energi Leces jauh lebih murah. Saya salut dengan pemikiran dan langkah itu.‬‬

‪‪Tapi untuk menghidupkan Leces tidak cukup hanya dengan satu langkah. Dia membutuhkan puluhan, bahkan ratusan terobosan. Itulah sebabnya diperlukan manajemen yang lebih kuat. Tidak gampang menemukan tim manajemen yang tangguh. Apalagi untuk 'dijerumuskan' ke dalam perusahaan yang sedang pingsan. Tim manajemen yang kuat tentu ingin masuk ke perusahaan yang besar dan bagus.‬‬

‪‪Leces rupanya masih bernasib baik. Seseorang yang bernama Budi Kusmarwoto mau dijebloskan ke situ. Pengalamannya yang panjang saat menjadi direktur anak perusahaan PLN (PT. PLN Engeneering) memudahkannya menganalisis kondisi Leces. Orangnya juga tidak egois. Ketika diminta membentuk dream team untuk manajemen Leces, Budi tidak serta merta mengajak rombongan dari luar masuk ke Leces. Budi memilih orang-orang dalam untuk menjadi timnya.‬‬
‪‪
Sebagai mantan Dirut PLN tentu saya mengenal Budi dengan baik. Antusiasmenya meledak-ledak. Gairah kerjanya tidak pernah padam. Kecintaannya pada pekerjaan membuat motto hidupnya hanya kerja, kerja dan kerja! Antusiasme itu yang juga terlihat menular ke seluruh tim Leces sekarang ini.‬‬
‪‪
Sebagaimana saya, Budi juga berpandangan ini: untuk menghidupkan Leces tidak perlu gerojokan dana dari kas negara. Kini Leces hidup lagi tanpa mendapat modal baru satu rupiah pun. Kalau kelak Leces berhasil maju kembali, seluruh karyawannya tentu akan sangat bangga: bisa maju tanpa modal!‬‬
‪‪
Karyawan bisa menunjukkan bahwa tambahan modal bukan segala-galanya!‬‬
Tentu, karena sudah terlanjur disetujui, Budi tetap berharap dana Rp. 200 miliar itu bisa cair. Bukan lagi untuk modal, tapi untuk membayar utang lama. Di masa lalu, Leces meninggalkan utang hampir Rp. 1 triliun. Manajemen Leces berhasil melakukan negosiasi: kalau Leces mau bayar Rp. 150 miliar utang hampir Rp. 1 triliun itu dianggap lunas.

Utang yang sudah berumur lebih 10 tahun itu harus dibayar. Kalau tidak, utang itu akan memusingkan manajemen baru yang sedang dituntut untuk maju.‬‬ Budi juga berencana menggunakan dana sisanya untuk membangun hutan tanaman industri. Untuk mencukupi bahan baku Leces di masa depan. Tentu saya setuju dengan dua rencana itu: bayar utang dan hutan tanaman industri.

Persoalannya, belum tentu anggaran yang sudah disetujui untuk modal bisa dialihkan untuk bayar utang. Di sinilah BUMN akan selalu kalah lincah dengan swasta.‬‬ Apa pun kasus menghidupkan kembali Leces ala Budi akan menjadi perhatian saya. Maksud saya perusahaan seperti galangan kapal IKI Makassar yang juga sudah lama mati, bisa hidup kembali dengan cara yang sama. Demikian juga pabrik PT Iglas yang lagi dalam kesulitan.‬‬
‪‪
Kelak, kalau Leces sudah sehat, harus segera di-go public-kan. Industri kertas tidak lagi menempati posisi strategis bagi negara. Tidak selayaknya lagi negara terus menggerojokkan dana untuk industri seperti Leces. Semakin banyak modal publik masuk ke dalamnya akan semakin baik.‬‬
‪‪
Leces memang belum teruji akan menjadi perusahaan yang pasti akan hidup sehat. Masih harus dilihat dalam satu periode tertentu. Tapi setidaknya Leces kini sudah kembali berjalan: bukan sebagai kuntilanak, tapi sebagai badan yang sudah lengkap dengan rohnya. Roh antusias dan roh penuh kiat! (K-4/Oleh: Dahlan Iskan)
 
Sumber: KOMHUKUM.COM 

Leia Mais

Mempercepat Industrialisasi dengan Implementasi MP

Komhukum (Jakarta) - Pemerintah menjadikan pertumbuhan sektor industri sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi dan berupaya mengimplementasikan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk mempercepat industrialisasi.

"Dengan industrialisasi, keunggulan komparatif ditransformasi menjadi keunggulan kompetitif," kata Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Lukita Dinarsyah Tuwo di Jakarta, baru-baru ini.

Lukita menyebutkan, bagi negara berkembang seperti Indonesia, tidak bisa lagi mengandalkan keunggulan komparatif yang hanya mengandalkan sumber daya alam. "Keunggulan komparatif seperti tenaga kerja yang banyak dan murah serta sumber daya alam apalagi yang tidak terbarui, tidak bisa diandalkan lagi," ujar Lukita.

Kunci untuk mengalihkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif adalah adanya inovasi dan peningkatan kapasitas produksi. Selama kurun waktu 10 tahun terakhir, kontribusi sektor industri terhadap produk domestik bruto mengalami penurunan namun itu bukan indikasi adanya deindustrialisasi.

"Memang kontribusi sektor industri kepada PDB turun dari 27 persen ke 24 persen, namun kontribusi tenaga kerja sektor industri meningkat, demikian juga dengan nilai ekspor sektor industri," kata Lukita.

Pada tahun 2009 nilai ekspor produk industri mencapai 73 miliar dolar AS, tahun 2010 sebesar 98 miliar dolar AS dan tahun 2011 sebesar 122 miliar dolar AS, sementara periode Januari-Maret 2012 mencapai 29 miliar dolar AS.

Komoditas ekspor utama produk industri periode Januari-Maret 2012 meliputi mesin dan peralatan listrik, mesin/pesawat mekanik, pakaian jadi bukan rajutan, dan alas kaki. "Sementara komposisi tenaga kerja sektor industri pada 2006 mencapai 12,5 persen, tahun 2010 sebesar 13 persen, dan 2011 sebesar 13,5 persen," jelas Lukita.

Namun menurut Lukita, perkembangan sektor industri di Indonesia hingga saat ini masih menghadapi berbagai kendala baik yang sifatnya eksternal maupun internal sektor industri. Masalah eksternal meliputi ketersediaan (kualitas dan kuantitas) infrastruktur yang belum memadai dan ketersediaan energi khususnya listrik yang juga belum memadai.

Terkait infrastruktur transportasi, dalam indeks daya saing global, komponen infrastruktur Indonesia menempati peringkat ke-82. Pada indeks kinerja logistik, Indonesia berada di peringkat ke-75 terendah di ASEAN. Sementara biaya logistik di Indonesia sekitar 14 persen dari biaya produksi (tertinggi di ASEAN), padahal mestinya kurang dari 10 persen.

Sementara menyangkut masalah energi khususnya listrik, tingkat elektrifikasi nasional baru mencapai 72,95 persen dengan rasio jumlah desa berlistrik baru mencapai 92,58 persen. Dalam peringkat kemudahan berusaha untuk komponen memperoleh listrik, Indonesia menempati peringkat ke-161 di dunia. Industri padat energi memiliki kehandalan listrik mendekati 100 persen di mana mereka memiliki pembangkit listrik sendiri, namun berakibat pada adanya tambahan biaya dan daya saing menurun.

Sedangkan masalah internal sektor industri antara lain industri yang melakukan inovasi masih sangat terbatas, industri dengan nilai tambah tinggi juga sangat terbatas, populasi industri masih kecil, struktur hulu-hilir masih lemah, dan rantai pemasok domestik belum terbangun. "Industri swasta yang tercatat melakukan inovasi masih terbatas misalnya PT. Hartono Istana Teknologi (produsen Polytron) dan PT. Maspion. Sementara BUMN industri strategis masih dalam tahap konsolidasi bisnis," kata Lukita.

Bila diukur besarnya nilai tambah per tenaga kerja, maka hanya 137 (0,6 persen) di atas Rp. 1 miliar, 4,0 persen berkisar antara Rp. 500 juta hingga Rp. 1 miliar, dan 95 persen di bawah Rp. 500 juta. Terkait dengan populasi industri, jumlah industri berskala besar dan sedang hanya sekitar 23 ribu unit di mana dari jumlah itu hanya enam ribuan yang berskala besar. Industri besar dan sedang juga masih terkonsentrasi di Jawa yang mencapai sekitar 19.500 industri, sementara di Sumatera mencapai 2.327 unit, Sulawesi 541 unit, Bali dan Nusa Tenggara 516 unit, Kalimantan 356 unit, dan Papua 76 unit.

"Struktur hulu-hilir juga masih lemah misalnya CPO diekspor sementara bahan baku industri sabun dan lainnya masih diimpor, demikian juga dengan bauksit yang diekspor sementara aluminium diimpor," tandas Lukita.

Rantai pemasok domestik juga belum terbangun. Misalnya untuk industri kendaraan bermotor baru terbangun pemasok level kedua sementara di negara maju hingga ke tingkat sembilan. Industri kecil menendah hingga saat ini juga belum menjadi basis pemasok bagi industri hilir. Sementara itu Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida S Alisjahbana mengatakan Indonesia harus proaktif menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Realisasi pertumbuhan ekonomi selama kuartal I 2012 mencapai 6,3 persen sementara target pertumbuhan ekonomi selama 2012 sebesar 6,5 persen. Menurut Armida, ada dua hal yang terkait dengan upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yaitu potensi konsumsi masyarakat dan produktivitas pendukung pertumbuhan ekonomi.

Armida menyebutkan sebagai negara yang sudah masuk berpendapatan menengah, setiap tahun terdapat enam hingga tujuh juta penduduk yang bergerak masuk ke kelompok menengah. "Kalau pendapatan naik maka juga ada perubahan perilaku dalam konsumsi sehingga ini menjadi peluang dan potensi baru di market," kata Armida.

Armida mencontohkan angka penjualan mobil yang meningkat hingga mencapai 900 ribu selama setahun, demikian juga dengan pembelian sepeda motor. Armida juga mengatakan produktivitas berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi. "Produktivitas tenaga kerja Indonesia 20 tahun lalu tentu beda dengan saat ini karena tingkat pendidikan yang meningkat," ujarnya.

Menurut dia, ilmu pengetahuan dan teknologi juga berperan penting dalam peningkatan produktivitas sehingga perlu terus dikembangkan teknologi baru. Peran MP3EI Menurut Wamen PPN Lukita D Tuwo, industrialisasi harus dipercepat jika Indonesia ingin menjadi negara maju dan sejahtera. Dalam konteks tersebut, skema MP3EI berperan untuk mengakselerasi industrialisasi sehingga pembangunan di Indonesia dapat berlangsung lebih cepat.

Tantangan eksternal industrialisasi yang paling utama yang dihadapi Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang luas adalah persoalan konektivitas nasional. Karena itu selain mengembangkan potensi ekonomi melalui koridor ekonomi dan memperkuat sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi, skema MP3Ei juga menekankan pada upaya memperkuat konektivitas nasional.

Perkuatan konektivitas ini bertujuan untuk mengurangi biaya transaksi, mewujudkan sinergi antarpusat pertumbuhan dan mewujudkan akses pelayanan yang merata. Konektivitas meliputi konektivitas intra dan inter pusat pertumbuhan, konektivitas antarkoridor ekonomi (pulau), dan konektivitas internasional sebagai gerbang perdagangan dan pariwisata.

Dasar Utama MP3EI adalah pengembangan potensi ekonomi melalui koridor ekonomi yaitu membangun pusat-pusat pertumbuhan di setiap koridor ekonomi (pulau) dengan pengembangan klaster industri berbasis sumber daya unggulan (komoditas dan sektor). MP3EI memberikan tema baru bagi pembangunan wilayah di mana skema tersebut tidak diarahkan pada kegiatan eksploitasi dan ekspor sumber daya alam, namun lebih pada penciptaan nilai tambah.

Skema itu tidak diarahkan untuk menciptakan konsentrasi ekonomi pada daerah tertentu namun lebih pada pembangunan ekonomi yang beragam dan inklusif sehingga semua wilayah di Indonesia dapat berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. MP3EI tidak menekankan pada pembangunan ekonomi yang dikendalikan oleh pusat, namun pada sinergi pembangunan sektoral dan daerah untuk menjaga keunggulan kompetitif nasional.

Skema tersebut juga tidak menekankan pembangunan transportasi darat saja, namun pada pembangunan seimbang antara darat, laut dan udara. Selain itu MP3EI tidak menekankan pada pembangunan infrastruktur yang mengandalkan anggaran pemerintah semata, namun juga pembangunan infrastruktur yang menekankan pada kerja sama pemerintah dengan swasta (KPS).

Pemerintah menetapkan enam koridor ekonomi berdasarkan keunggulan dan potensi masing-masing wilayah. Keenam koridor tersebut adalah Koridor Sumatera yang akan menjadi sentra produksi dan pengolahan hasil bumi dan lumbung energi nasional, Koridor Jawa sebagai pendorong industri dan jasa nasional, Koridor Kalimantan sebagai pusat produksi dan pengolahanhasil tambang dan lumbung energi nasional.

Selain itu, Koridor Sulawesi sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, minyak dan gas, dan pertambangan nasional. Koridor Bali-Nusa Tenggara sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional. Koridor Papua-Kepulauan Maluku sebagai pusat pengembangan pangan, perikanan, energi dan pertambangan nasional.

Di setiap kooridor ekonomi terdapat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau kawasan strategis nasional (KSN). Di Koridor Sumatera terdapat Kawasan Sei Mangke, Kawasan Dumai, Kawasan Tanjung Api-api, Kawasan Muaraenim, KSN Selat Sunda (Jembatan Selat SUnda), Kawasan Cilegon, dan Kawasan Banten. Di Koridor Jawa terdapat Kawasan Jabodetabek, Bogor, Bekasi dan sekitarnya, Bandung dan sekitarnya, Selatan Jawa Tengah, Surakarta dan sekitarnya, Pasuruan-Malang, pengembangan tol Trans Jawa, pengembangan kereta cepat Jawa, dan pengembangan trasnportasi Jabodetabek.

Kawasan ekonomi di Koridor Kalimantan meliputi Kutai Timur-Maloy, Balikpapan dan sekitarnya, kawasan Rapak dan Ganal Kaltim, Kotabaru dan sekitarnya, Barito dan sekitarnya, Pontianak-Mempawah dan sekitarnya, dan kawasan pengembangan kereta api batu bara. Sedangkan di Sulawesi meliputi kawasan Mandiodo-Konawe-Kolaka, Makassar dan sekitarnya, Luwu, Mamuju, Morowali, Luwuk dan Banggai, Manado dan sekitarnya. Koridor Bali-Nusa Tenggara meliputi Kawasan Denpasar, Lombok, Nagakeo, Flores Timur, dan Kupang.

Sementara Koridor Papua-Kepulauan Maluku meliputi Kawasan Morotai, Halmahera, Ambon, Sorong dan Teluk Bintuni, Timika, dan Merauke. Mengenai proyek-proyek yang ada dalam MP3EI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan proyek-proyek tersebut hingga saat ini berjalan sesuai dengan rencana pemerintah. "Secara umum saya sampaikan sejumlah besar proyek yang rencanakan berjalan," kata Hatta.

Pemerintah membentuk kelompok kerja antara lain kelompok kerja konektivitas, regulasi, ESDM, Iptek dan kelompok kerja koridor. Hatta menjelaskan, selama tahun 2012, untuk infrastruktur ada 39 proyek dengan nilai investasi Rp. 195,9 trilliun, sektor riil ada 50 proyek dengan nilai investasi Rp. 294,8 triliun. Sehingga total sekitar Rp. 490,7 triliun, angka ini adalah angka yang sudah divalidasi dari sekitar Rp. 600 triliun per Maret 2012.

Menurut dia, dari kelompok kerja regulasi, sudah ada 30 regulasi yang telah diperbaiki. Kemudian, ada juga regulasi yang sedang diperbaiki serta ada beberapa aturan yang diidentifikasi untuk diperbaiki. Dari 30 regulasi yang diperbaiki, ada satu Undang-undang, beberapa Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Menteri.

Meski demikian, lanjut Hatta, dirinya juga menerima laporan yang menunjukkan adanya kendala terkait dengan lahan. Salah satu kendala yang terbesar adalah lahan dan penggunaan lahan kehutanan. Untuk itu, pemerintah akan mengadakan pertemuan khusus mengundang dunia usaha, gubernur agar fokus dalam mengidentifikasi seluruh proyek-proyek yang terkendala dengan lahan akan segera dicari solusinya secepat mungkin. (K-4/Oleh: Agus Salim)

Leia Mais

Tergelincir dalam Sintaksis

Komhukum (Jakarta) - Atlet ski es yang andal terbiasa bermanuver dalam kelokan sulit dan berbahaya. Karena andal, sang atlet meluncur dengan aman dan gemulai. Namun sehandal apapun, sesekali dia pernah tergelincir dalam aksinya.

Ibarat kata pepatah: sepadai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Begitu juga pengalaman wartawan atau mereka yang bergerak di dunia olah kata. Mereka sesekali tergelincir dalam sintaksis atau tata kata.

Di halaman 31, pada berita bertajuk "UEFA Melawan Rasialisme" edisi 28 Juni 2012, sebuah harian terkemuka Ibu Kota menulis: "Bukan hanya Spanyol, dalam waktu bersamaan UEFA juga akan menjatuhkan sanksi terhadap Federasi Sepak Bola Rusia (RFS) atas perilaku pendukungnya yang juga terkait pelanggaran aturan terhadap unsur rasialisme."

Kalimat majemuk di atas mengusung makna yang tidak realistis. Dalam formulasi di atas, makna yang dikandung adalah: Spanyol juga menjatuhkan sanksi terhadap RFS. Makna ini bertentangan dengan isi berita yang mengabarkan bahwa Spanyol akan dijatuhi sanksi oleh UEFA karena perlakuan rasialis yang dilakukan pendukung tim Spanyol.

Jadi yang dihukum UEFA adalah Spanyol dan RFS. Penulis kalimat majemuk di atas bisa diibaratkan sedang tergelincir tatkala menata kata-kata dalam bentuk kalimat majemuk.

Pembetulan atas kesalahan sintaksis itu adalah sebagai berikut: "Bukan hanya Spanyol, Federasi Sepak Bola Rusia (RFS) pun dalam waktu yang bersamaan dijatuhi sanksi oleh UEFA atas perilaku pendukungnya yang juga terkait pelanggaran aturan terhadap unsur rasialisme."

Mulai dari subjek
Kesalahan menyusun kalimat majemuk dengan mendahulukan anak kalimat juga sering terjadi ketika penulis melesapkan subjek pada anak kalimat. Sebuah buku retorika dalam bahasa Inggris mengutip contoh terkenal ini: "Ketika berjalan ke arah barat, matahari menyilaukan mata saya."

Maksud penulis tentu hendak mengatakan bahwa "Ketika saya berjalan ke arah barat, matahari menyilaukan mata saya." Pelesapan subjek "saya" membuat kalimat itu menjadi tak berterima sebab, dalam rumusan itu, yang berjalan ke arah barat bukanlah saya, melainkan matahari.

Kesalahan yang tak disadari sang penulis mendorong para instruktur penulisan retorika untuk menganjurkan pemula menulis dalam bentuk lempang, artinya: mulailah dengan subjek atau induk kalimat.

Anjuran semacam ini tentu menafikan pentingnya menyampaikan ujaran atau kalimat sesuai dengan tema utamanya. Dengan kata lain: kalimat tematik tak bisa digantikan dengan rumusan lain yang berisiko mengabaikan tema utama kalimat yang mau ditonjolkan sang penulis.

Kalau demikian halnya, bukan penghindaran kalimat majemuk inversi solusinya, tapi kehati-hatian menata kata dalam bentuk kalimat majemuk inversi.

Pramoedia juga tergelincir
Wartawan yang menulis dalam tekanan waktu sering tergelincir dalam penyusunan kalimat majemuk yang mendahulukan anak kalimat itu. Harus diakui, hadirnya kalimat majemuk inversi dalam sebuah berita, analisis, wacana atau risalah dapat memperkuat elemen estetika tulisan.

Kalimat semacam ini membangun variasi dalam tubuh tulisan. Jika seluruh tubuh tulisan hanya berupa kumpulan kalimat sederhana berstruktur subjek-predikat objek, alangkah monotonnya. Sama membosankannya dengan pemandangan sepanjang perjalanan dari Bandar Udara Cangi menuju pusat kota Singapura, yang didominasi bangunan flat miskin ornamen.

Seperti atlet ski yang suatu saat tergeleincir dalam aksinya, penulis beken (mendiang) Pramoedia Ananta Toer juga pernah tergelincir. Simak kalimatnya dalam kisah "Jalan Raya Pos, Jalan Daendels" berikut ini: "Sejak dapat dipergunakan pada 1809 telah menjadi instrastruktur penting, dan untuk selamanya."

Apa yang menjadi infrastruktur penting? Pembaca tentu dapat menjawab pertanyaan itu karena tema utama kisah setebal 141 halaman itu adalah jalan Daendels, sepanjang Anyer-Panarukan. Tapi sebagai sebuah konstruksi sintaksis, kalimat itu cacat karena tak bersubjek. Pelesapan subjek dalam kalimat di atas haram hukumnya.

Karena ketidaktahuan
Bahasa Indonesia menenggang pelesapan subjek tatkala subjek itu berposisi di anak kalimat. Jika subjek itu mesti hadir di kalimat induk, waspadalah! Jangan coba-coba melesapkannya.

Konstruksi berikut ini masih ditenggang: "Jika mahir ilmu matematika, dia bertekad melamar kerja sebagai dosen di fakultas ilmu pasti dan alam di universitas di kota tempat kelahirannya." Sebaliknya, bahasa Indonesia tak membolehkan pelesapan subjek di induk kalimat, meski anak kalimatnya memuat subjek itu.

Berdasar analogi kalimat di atas, inilah struktur terlarang karena pelesapan subjek di induk kalimat: "Jika dia mahir ilmu matematika, bertekad melamar kerja sebagai dosen di fakultas ilmu pasti dan alam di universitas di kota tempat kelahirannya."

Perkara tergelincir dalam sintaksis sebetulnya bukan sekali dua kali dialami kaum jurnalis dan redaktur. Jika dirunut apa penyebabnya, salah satunya mungkin keengganan di kalangan mereka menengok kitab panduan, salah satunya Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

Jika ini soalnya, pantaslah untuk mengharuskan mereka membaca kitab yang tidak sulit dicari di toko-toko buku itu. Imperatif membaca kitab panduan tak bisa ditawar lagi. Sebab jangan sampai dunia jurnalisme negeri ini mengidap tragedi yang digaungkan jiwa-jiwa agung ribuan tahun silam: kekeliruan itu terjadi karena ketidaktahuan! (K-4/Oleh: Mulyo Sunyoto)
Sumber: KOMHUKUM.COM 

Leia Mais

Teka Teki Bungker di RS Kariadi

Komhukum (Semarang) - "Tang...Tang..." Bunyi alat-alat pertukangan beradu terdengar keras di kawasan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi Semarang di tengah suasana hening bangsal-bangsal yang dihuni pasien.

Alat berat juga nampak hilir mudik dengan instruksi aba-aba dari sang mandor. Rupanya RS terbesar di Jawa Tengah itu tengah melakukan proses pengembangan dengan membangun fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan baru.

Namun, suasana pengerjaan proyek pengembangan RSUP dr. Kariadi pada Minggu (24/6) itu sedikit berbeda karena saat para pekerja mengepras bukit di sisi Barat RS milik pemerintah itu menemukan sebuah bangunan kecil.

Ya, bangunan bermuka oval itu mirip bungker, lubang persembunyian yang lazimnya berada di bawah tanah. Namun, yang ditemukan ini berada di lereng bukit lengkap dengan pintu besi yang sudah lapuk dimakan karat.

Para pekerja segera melapor ke pihak RS dan tak lama setelah itu diinstruksikan pengerjaan proyek di area itu segera dihentikan, sementara pengerjaan di areal-areal yang lain tetap berjalan seperti biasa. Selang beberapa hari, tepatnya Rabu (27/6) RSUP dr. Kariadi melayangkan surat ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng perihal bangunan mirip bungker yang ditemukan itu karena ada dugaan peninggalan perang.

Kepala Bagian Humas, Hukum, dan Pemasaran RSUP dr. Kariadi Semarang dokter Darwito memastikan pengerjaan proyek di areal ditemukannya bangunan mirip bungker itu dihentikan sementara, menunggu kajian dari BP3 Jateng. "Rencananya, areal ditemukannya bungker itu akan dibangun instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Namun, dengan ditemukannya bangunan ini dihentikan sementara," kata dokter spesialis bedah onkologi itu.

Darwito memastikan bahwa bangunan bungker itu tidak ada dalam denah induk RSUP dr. Kariadi yang memiliki areal seluas 21 hektare sehingga muncul dugaan bahwa bungker itu peninggalan perang, apalagi tertimbun bukit. Tim BP3 Jateng kemudian mengirimkan tim yang bertugas mengumpulkan data lapangan pada Kamis (28/6) untuk memperkuat laporan dari pihak RS, yakni arkeolog Muhammad Junawan didampingi staf bagian publikasi, Iwuk Trika.

Bangunan itu dipotret oleh tim BP3 Jateng pada beberapa sisi, diukur setiap bidangnya, dan disketsa ulang. Tak hanya itu, mandor yang bertugas di areal proyek itu juga dimintai keterangan perihal awal temuan bungker. Mulyono, mandor "safety" proyek pengembangan RSUP dr. Kariadi menceritakan bungker itu ditemukan secara tak sengaja saat alat berat mengepras bukit, dengan kondisi masih tertutup pintu yang termakan karat sangat parah.

Pintu itu hilang tak berbekas hancur bersamaan dengan tumpukan tanah yang digaruk begu, sejenis alat berat saat menggali tanah yang menutupi bangunan. Sebab, kondisi pintu memang hampir hancur karena serangan karat. "Bagian depan bangunan itu juga terpaksa kami robohkan untuk manuver begu. Kalau tidak dirobohkan, begu susah untuk menyingkirkan tanah yang menutupi bangunan itu," kata Mulyono saat ditanya arkeolog BP3 Jateng Junawan.

Data yang dikumpulkan BP3 Jateng menyebutkan bungker itu memiliki tinggi tiga meter, panjang 4,12 meter, dan lebar sebesar 1,97 meter. Ketebalan dinding 42 centimeter, dengan pintu berketinggian 190 cm dan lebar 76 cm Ternyata Cagar Budaya Sepekan lebih setelah BP3 Jateng mengumpulkan data dan melakukan pengkajian akhirnya bungker yang ditemukan di RSUP dr. Kariadi itu dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah sangat penting.

Arkeolog BP3 Jateng Junawan saat dihubungi dari Semarang pada Selasa (10/7) mengatakan hasil kajian menyimpulkan bangunan itu memang bungker peninggalan pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1939-1945. "Rentang waktu itu Belanda memang sedang gencar-gencarnya membangun bungker untuk persembunyian dan pengaman objek vital, di tengah isu Perang Dunia II. Dari struktur bentuknya juga mirip bungker Belanda," katanya.

Bungker buatan Belanda, ungkapnya, memiliki ciri khas yang membedakannya dengan bungker Jepang, sebab bungker buatan Negeri Kincir Angin itu didesain dan dirancang secara matang dari aspek struktur bangunannya. Kalau bungker Belanda, Junawan mengatakan dibuat dengan bangunan baru dan diperhitungkan, mulai dinding, lantai, dan atap, sementara bungker Jepang lebih sederhana dan cenderung memanfaatkan kondisi alam seadanya.

Belanda biasanya membangun bungker di sekitar gedung pemerintahan dan objek vital lainnya sebagai perlindungan sehingga kemungkinan berkaitan erat dengan RSUP dr. Kariadi yang dibangun antara tahun 1920-1925. "Setelah menetapkan bungker itu sebagai cagar budaya, pekerjaan kami selanjutnya adalah meneliti dan mengkaji lebih jauh bungker itu. Apakah bungker itu berdiri sendiri, atau ada bangunan penyertanya," jelasnya.

Bungker itu ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya karena memiliki nilai penting sebagai pengingat dan penanda peristiwa bersejarah masa Perang Dunia II sehingga harus tetap dijaga kelestariannya. Dengan ditetapkannya sebagai bangunan cagar budaya, lanjut dia, BP3 Jateng akan memberikan rekomendasi kepada RSUP dr. Kariadi untuk menjaga kelestarian bangunan itu, termasuk dari rencana pengembangan RS.

"Kami akan memberikan rekomendasi ke RSUP dr. Kariadi Semarang yang menyatakan bahwa bungker itu cagar budaya. Suratnya (rekomendasi, red.) sudah kami siapkan, rencananya dikirim lusa (12/7)," kata Junawan.

Manajemen RSUP dr. Kariadi Semarang melalui Kepala Bidang Humas, Hukum, dan Pemasaran dokter Darwito mengatakan akan menghormati rekomendasi BP3 Jateng yang menyatakan status bungker sebagai bangunan cagar budaya. "Sampai saat ini, kami memang belum menerima surat rekomendasinya. Namun, kalau ternyata bungker itu cagar budaya ya kami hormati dan ikut melestarikan. Pembangunan IPAL bisa dialihkan ke lokasi lain," ujarnya.

Darwito mengatakan menunggu surat rekomendasi BP3 Jateng perihal status bangunan itu, sekaligus penetapan batas-batas areal yang dinyatakan sebagai cagar budaya sehingga tidak akan terganggu proyek pengembangan. Proyek pengembangan RSUP dr. Kariadi Semarang, meliputi pembangunan Gedung Garuda II, Gedung Rehabilitasi Medik, Gedung Diklat, dan bangunan berlantai tujuh yang akan digunakan untuk perawatan pasien kelas III.

Untuk pengelolaan bangunan cagar budaya itu ke depannya, Darwito mengatakan RSUP dr. Kariadi perlu berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, seperti BP3 Jateng dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. (K-4/Oleh: Zuhdiar Laeis)

Sumber: KOMHUKUM.COM

Leia Mais

Menanti Kejutan di Putaran Dua


Komhukum (Jakarta) - Pemilihan kepala daerah Jakarta atau gubernur DKI Jakarta selalu menjadi hal yang menarik banyak kalangan karena bukan hanya sebuah jabatan yang prestisius dan memimpin sebuah ibukota negara namun kerap juga dijadikan barometer kekuatan atau basis suara partai politik untuk kepentingan pemilu.

Hingga sebelum dilakukannya penghitungan cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei yang ditayangkan oleh media elektronik pada Rabu (11/7) mulai pukul 13:00 WIB hampir tidak ada yang berpendapat bahwa pasangan nomor urut tiga Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan unggul dari pasangan nomor urut satu Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Publik, dan bahkan mungkin pasangan calon, kemudian terkejut dengan hasil hitung cepat. Dari Jaringan Suara Indonesia (JSI) Perolehan hitung cepat JSI memastikan Jokowi-Ahok unggul dalam Pilkada DKI putaran pertama dengan perolehan suara 41,97 persen (48.413 suara).

Sedangkan calon gubernur "incumbent" Foke-Nara meraup suara 34,42 persen (39.703 suara), kemudian disusul Hidayat Nur Wahid-Didik dengan 11,4 persen (13.148), Alex Noerdin-Nono Sampono 5,16 persen (5.854), Faisal-Biem Benyamin 5,16 persen (5.949) dan Hendardji-Riza Patria memperoleh 1,88 persen (2.173).

JSI juga mencatat tingkat partisipasi pemilih hanya 62,07 persen dari total sampel suara 115.340 suara. Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat hasil hitung cepat yang dilakukan Pasangan Jokowi-Basuki unggul dengan 42,74 persen suara, di atas Foke-Nara yang hanya meraup 33,57.

Sementara itu, pasangan lainnya, yaitu Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini 11,96 persen, Faisal Basri-Biem Benjamin 4,94 persen, Alex Noerdin-Nono Sampono 4,74 persen dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria 2,05 persen. Indo Barometer mencatat pasangan Foke-Nara menempati posisi kedua di bawah pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama yang memperoleh dukungan sebesar 42,24 persen.

Sementara itu pasangan M. Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini mendapat dukungan suara 11,50 persen, Faisal Batubara-Biem Triani Benyamin sebesar 5,11 persen, Alex Noerdin-Nono Sampono sebesar 4,73 persen dan yang terakhir pasangan Hendardji Soepandji-A. Riza Patria sebesar 2,65 persen.

Luar Perkiraan Hasil pemungutan suara 11 Juli 2012 memang belum diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, karena proses penghitungan berjenjang dari TPS, tingkat keluarahan, kecamatan, kota dan akhirnya provinsi masih dilakukan. KPU DKI Jakarta sendiri rencana akan mengumumkan hasil penghitungan suara pada 19 Juli mendatang.

Keunggulan Jokowi-Ahok, meski saat ini baru berdasarkan penghitungan cepat versi lembaga survei, bila dianalisis lebih mendalam ditentukan setidaknya oleh sejumlah faktor.

Faktor yang pertama, meskipun sosok Joko Widodo sebagai Walikota Solo sudah dikenal secara luas sejak beberapa tahun terakhir, ketidakpuasan sejumlah warga atas kinerja incumbent dalam lima tahun terakhir ini bisa jadi merupakan salah satu faktor suara Jokowi-Ahok unggul dibandingkan Foke-Nara.

Meskipun dalam satu tahun terakhir sebelum masa jabatannya berakhir Fauzi Bowo bersama Pemprov DKI Jakarta mencanangkan sejumlah proyek untuk menyelesaikan permasalahan di Jakarta seperti banjir, kemacetan dan juga transportasi umum, hasilnya belum membuat masyarakat ibukota merasakan perubahan yang signifikan.

Faktor yang kedua adalah faktor nama Joko Widodo yang sebelumnya dikenal berhasil menata Kota Solo dan dalam sembilan bulan terakhir secara reguler masuk dalam pemberitaan media massa sehingga sosok yang semula belum dikenal secara meluas di Jakarta ini kemudian popularitasnya bisa dikatakan meroket.

Faktor ketiga adalah massa yang dimiliki oleh partai yang mengusung pasangan tersebut yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra.

Walaupun demikian, hasil dari putaran pertama ini belum bisa dijadikan tolak ukur PDIP maupun Gerindra atas peluang perolehan suara mereka dalam pemilu legislatif 2014 mendatang di Jakarta karena ada dua faktor dominan lainnya yang mempengaruhi keunggulan Jokowi-Ahok dibandingkan Foke-Nara dalam pemungutan suara versi hitung cepat lembaga survei.

Peluang putaran kedua Banyak kalangan memperkirakan peluang Jokowi-Basuki memenangi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada putaran kedua cukup besar. Cukup menggandeng pemilih dari pasangan calon lainnya, bisa mendorong perolehan suara hingga 51 plus satu persen. Saat menyampaikan keterangan pers usai diumumkannya perhitungan cepat versi lembaga survei, Joko Widodo mengatakan tidak ada strategi besar menghadapi putaran kedua karena hal itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit sementara anggaran mereka terbatas.

Yang penting dilakukan Jokowi-Ahok menjelang 20 September adalah menjaga momentum sekaligus terus melakukan pendekatan pada pasangan calon lainnya yang tidak lolos ke putaran kedua agar massa mereka bisa memberikan suara bagi Jokowi-Ahok. Bagi Fauzi Bowo sendiri, putaran kedua bila semua pasangan calon lainnya memilih "merapat" ke Jokowi atau setengahnya saja berkomitmen memberikan massanya ke Jokowi maka kondisi bisa menjadi rumit.

Namun demikian, kejutan tetap saja bisa terjadi di putaran kedua, termasuk kejutan bila Foke bisa berbalik unggul dari lawannya di putaran tersebut. Fauzi Bowo sendiri hendaknya tidak terlalu percaya diri bahwa perolehan suaranya akan meningkat seiring dengan pengkrucutan pasangan calon yang bertarung di putaran kedua.

Walaupun agak terlambat, Foke masih bisa menjadi perhatian dan mendapat dukungan warga Jakarta bila dalam sisa beberapa pekan menjelang 20 September 2012 bisa membuat kebijakan yang menghentak semua warga Jakarta dan berpengaruh secara signifikan mengatasi permasalahan Jakarta.

Misalnya, memutuskan kebijakan lalu lintas "contra flow" di seluruh koridor TransJakarta sehingga menurunkan secara drastis penyerobotan jalur khusus tersebut sehingga pada gilirannya memperlancar arus bus Transjakarta, atau mengeluarkan kebijakan menghapus ruang putar balik (U turn) di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said dan sehingga mengurangi penyebab kemacetan di ruas yang dikenal paling sibuk lalu lintasnya itu.

Bila tidak ada langkah gebrakan itu dan hanya mengandalkan kampanye dan penggalangan biasa, bukan tidak mungkin hasil yang sama seperti putaran pertama akan terjadi. (K-4/Panca Hari)
Sumber: KOMHUKUM.COM 

Leia Mais

Pancasila Versus Koruptif

Oleh :
Berny Satria, SE.
Sekjen Gerakan Fajar Nusantara
(Gafatar)

 Komhukum (Jakarta) - Sebagai sebuah dasar Negara, Pancasila menjadi bahan bakar semangat pembangunan bangsa Indonesia yang memiliki sekitar 300 kelompok suku tersebar dari Aceh hingga Papua. 5 sila itu menjadi dasar setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Tidaklah ia dikatakan sebagai bangsa Indonesia jika memiliki semangat yang berlawanan dengan Pancasila. Dan tidaklah bisa membangun Indonesia jika hanya menerapkan aktualisasi Pancasila dengan hanya mengambil beberapa sila saja dan tidak berurutan penerapannya.

Tindakan Korupsi yang marak belakangan ini terbangun karena adanya penerapan Pancasila secara parsial dan tidak prosedural. Korupsi adalah sebuah kejahatan kemanusiaan serius yang menyebabkan banyak rakyat menjadi korbannya. Karena dana-dana yang dibayarkan rakyat untuk membangun bangsa ini, dicuri dengan bekal kewenangan yang dimiliki untuk kepentingan pribadi dan golongannya.

Korupsi menyebabkan Ketidakadilan Sosial bagi rakyat Indonesia, menyebabkan disparitas antara si kaya dan si miskin menjadi jauh. Seperti lagu Rhoma Irama: “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”. Kemudian semangat koruptif ini melahirkan perilaku yang seolah layak dilakukan. Jika tidak dilakukan, maka tidak akan kebagian.

Ketidakadilan disebabkan karena pengkhianatan asas kepemimpinan rakyat yang dilahirkan dengan Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyarawaratan Perwakilan. Disebabkan semangat penerapan demokrasi yang kebablasan, maka tatkala terpilih, ada semangat untuk mengganti balik uang yang telah dikeluarkan ketika membeli suara dan melancarkan proses pemilihannya. Tidak perduli apakah tindakan itu menyebabkan sebuah ketidakadilan yang akan menyengsarakan rakyat.

Pelanggaran Sila ke empat di atas diawali karena Ruh yang mengisi para pelakon korupsi bukan ruh Persatuan Indonesia, tetapi keserakahan dan semangat untuk dilayani, bukan melayani. Persatuan adalah sifat yang diamini oleh setiap makhluk. Tak ada satupun makhluk yang ingin berpisah dari kesatuannya. Hanya sifat koruptif lah yang menginginkannya. Dengan kata lain, semangat koruptif adalah hal yang berlawanan dengan tabiat alam semesta.

Jika diruntun, semangat persatuan ada pada manusia yang Berperi-Kemanusiaan Yang adil dan Beradab. Karena sifat kemanusiaan akan memicu gairah sebagai makhluk sosial untuk membangun sebuah persatuan, berempati terhadap sesama, dan rela berkorban pada manusia lain walau dirinya harus menderita.

Sifat kemanusiaan Yang adil dan beradab muncul karena manusia menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah sumber dari segala sesuatu. Bahwa manusia tak akan ada tanpa rekayasa Tuhan, bukan sebaliknya. Bahwa manusia bertugas untuk menjadi kepanjangan dari sifat-sifat Tuhan untuk berkasih sayang kepada setiap Makhluk.

Dengan demikian, sumber pelanggaran dari Pancasila adalah Penolakan dari eksistensi Tuhan Yang Maha Esa. Para pelanggar Pancasila sesungguhnya memiliki tuhan rekayasanya yang dapat diatur sesuai dengan keinginannya saja. Maka pelanggaran atas sila-sila dalam Pancasila adalah kejahatan yang serius dan berat karena menolak adanya Tuhan Yang Maha Esa. Termasuk sifat koruptif yang esensinya dilakoni oleh orang-orang tak ber Tuhan.

Kegagalan penerapan Pancasila disebabkan sila Pertama tidak dijadikan sebagai bahan bakar bagi interaksi kehidupan yang termaktub dalam sila-sila selanjutnya. Ketuhanan Yang Maha Esa tidak lagi dijadikan sebagai sebuah prinsip hidup yang hakiki dan arif dalam menyikapi segala sesuatu.

Sudah saatnya kita sebagai bangsa Indonesia kembali merenungi, menggali, dan menerapkan sifat-sifat Ketuhanan yang sesungguhnya ada pada diri kita sendiri. Karena hanya sifat-sifat Tuhan lah yang dapat membangun bangsa ini menjadi bangsa pemimpin dunia, dengan selaksa kekayaan alam dan sumber daya manusia sebagai modal tak terkalahkan dibandingkan bangsa-bangsa lain di dunia. (K-4)
 
Sumber: KOMHUKUM.COM

Leia Mais

Orang Indonesia Jadi Sukarelawan Olimpiade


Komhukum (London) - Bisa ikut menjadi bagian dalam penyelenggaraan Olimpiade yang berlangsung di Stradford London sebagai tenaga sukarelawan atau volunteer menjadi impian banyak orang termasuk orang Indonesia yang sudah lama menetap di Inggris.

Panitia London Olympic 2012 menerima lebih dari 250,000 surat lamaran untuk menjadi tenaga sukarelawan, namun ternyata yang diterima hanya sekitar 50.000 orang.

"Saya beruntung bisa terpilih menjadi salah satu tenaga sukarelawan," ujar Arnie, wanita Indonesia bersuamikan pria Inggris dan lama menetap di daerah Sungai Thames London, awal pekan lalu.

Arnie mengungkapkan dirinya melihat dan menyaksikan siaran televisi langsung dari Singapura pada tanggal 6 Juli 2005, pengumuman kota London terpilih menjadi tuan rumah Olympiade musim panas tahun 2012. "Dadaku berdetak kencang dan bulu romaku berdiri, karena rasa bahagia yang tidak terbayangkan," ujar Arnie yang bekerja di perusahaan penerbitan.

Beberapa menit setelah rasa senang dan bahagia, maka dirinya pun berjanji dalam hati, untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dunia ini, ujar istri pria Inggris tersebut. Diakuinya, hanya ada satu niat dalam hati yaitu untuk bekerja sebagai relawan membantu penyelenggara untuk memeriahkan pesta olahraga ini.

Menurut Arnie, setahun setelah pengumuman di Singapore, tahun 2006, diumumkan ke seluruh dunia, bahwa penyelenggara London Olympic 2012 mengundang sukarelawan alias volunteer dari seluruh dunia untuk ikut bergabung dengan mereka menjadi pekerja relawan.

London Olympic 2012 menerima lebih dari 250,000 surat lamaran namun yang diterima hanyalah 70,000 orang, ujarnya. Hari pertama keluar website pendaftaran volunteer untuk London Olympic 2012, Arnie pun langsung mengisi formulir pendaftaran online sepanjang 10 halaman.

12 bulan setelah formulir terkirim, barulah namanya dipanggil untuk mengikuti wawancara pertama di tahun 2007. Setelah itu, setiap enam bulan proses wawancara tetap berlangsung, sampai akhirnya setelah tiga tahun proses yang sangat ketat dan padat, akhirnya namanya di syahkan secara resmi sebagai London Olympic 2012 volunteer.

Tahun 2011 barulah tugas diberikan secara resmi, dan setelah itu berlangsung pelatihan ketat dan padat harus dihadiri tanpa cacat. Menurut Arnie, Sabtu lalu yakni 10 hari menjelang pelaksanaan olimpiade yang merupakan latihan terakhir yang harus diikutinya bersama 400 petugas yang bekerja di satu venue.

Arnie kebetulan terpilih sebagai tenaga di cabang olahraga bulutangkis dan bertugas di Stadium Wembley. Pada saat mengikuti training venue, seluruh tenaga sukarelawan harus mengetahui semua ruangan dan olahraga apa saja yang akan dipertandingkan serta peraturan dan tugas masing-masing selama nanti bekerja. "Security sangat ketat adalah kunci dari suksesnya pesta dunia ini," ujarnya.

Dikatakannya, setiap petugas yang hadir harus membawa, notification letter yang dikirim lewat email, passport sebagai identifikasi dengan memperlihatkan foto diri, nomor unique peserta yang telah di laminating. Seluruh code dibuat melalui komputer, juga buku panduan yang berisi semua prosedur dan kebijaksanaan dari setiap olahraga yang dipertandingkan juga nomor telepon yang penting diketahui oleh petugas.

Seragam buatan Indonesia
Semua relawan sudah menerima seragam yang pembuatannya disponsori oleh salah satu perusahaan manufakturing ternama di dunia, dan yang tidak kalah pentingnya adalah semua uniform dibuat oleh orang Indonesia. "I must say that I am so proud to be Indonesian (Saya harus secara jujur mengatakan bahwa saya bangga menjadi orang Indonesia, red)," ujar Arnie.

Tenaga sukarelawan asal Indonesia lainnya yang terpilih adalah Tiwi, yang mengakui bahwa ia bisa terlibat dalam London 2012 Olympic ini awal mulanya setelah pengumuman London terpilih sebagai penyelenggara dan membutuhkan banyak relawan. "Aku jadi tertarik dan berniat bila pendaftaran untuk volunteers dibuka aku akan apply (mendaftarkan diri, red)," ujar wanita yang bersuamikan pria asal Australia.

Setelah mengirimkan data pribadi atau CV online beberapa bulan kemudian London Organising Committee Olympic Games (Locog) mengirimkan email kepada orang-orang yang melamar untuk datang melakukan wawancara. Dikatakannya, tidak semua orang diundang untuk wawancara. Dari 250.000 orang yang melamar hanya 5000 orang yang dibutuhkan. Wawancara yang dilakukan seperti interview pekerjaan, pertanyaannya banyak sekali dan semuanya berhubungan dengan customer service, ujar Tiwi.

Kantor dimana ia bekerja law firm juga terlibat dengan charity work/probono/community affair work (CSR - Corporate Sosial Responsibility) dan mereka mendorong karyawannya untuk terlibat dalam kegiatan sosial termasuk salah satunya menjadi relawan di Olympic games.

Setelah mendapatkan pemberitahuan bahwa aku lolos sebagai salah satu relawan selama Olympic games, mulailah Tiwi mengikuti induction dan pelatihan. "Aku kebetulan mendapatkan tugas di Earls Court tempat penyelenggaraan volley ball selama dua minggu," ujarnya.

Beberapa minggu yang lalu saat mengambil uniforms dan travel card yang disediakan oleh panitia yang warnanya cukup menarik dan kelengkapannya, seperti jaket, topi, botol air minum, tas, sepatu, kaos serta celana panjang termasuk buku panduan selama olimpiade. Waktu Tiwi mencoba uniformnya ia pun kaget dan bangga setelah tahu jaket, celana panjang, kaos, kaos kaki semuanya buatan Indonesia yakni dari Adidas Indonesia.

"Wah, jauh juga perjalanan uniform olimpiade London 2012," ungkap Tiwi.

Menurut Tiwi yang mempunyai usaha menjual makanan Indonesia secara online, niat ikut olimpiade karena ingin tahu bagaimana rasanya mengikuti salah satu acara terbesar di dunia, di mana ia tinggal di London. Ini akan menjadi kenangan seumur hidup yang tak akan pernah terlupakan, demikian Tiwi. (K-4/Zeynita Gibbons)
Sumber: KOMHUKUM.COM 

Leia Mais

Bau Impor Dalam Regulasi Kretek

Oleh Adi Harnowo

 Komhukum (Jakarta) - Tidak habis pikir, untuk mengatur tentang kretek di Indonesia, “subtansi hukum” (regulasi/peraturan) harus diimpor dari negara asing. Jamak diketahui, dalam persiapan pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) maupun level hukum di bawahnya, baik pihak eksekutif maupun legislatif berbondong-bondong “pelesir” ke luar negeri untuk mencari bekal materi tambahan guna persiapan pembahasan sebuah RUU.

Dengan dana APBN yang bernilai miliaran rupiah para pembuat kebijakan di bidang hukum (regulator) kulakan dari negeri seberang, yang asing dan beda dengan sifat, karakter dan kultur bangsa Indonesia. Demi sebuah RUU, para legislator rela menempuh berjalanan panjang dan melelahkan demi sebuah ilustrasi bagaimana subtansi dan implementasi hukum (UU) dari bangsa lain.

Namun untuk membuat produk peraturan (regulasi) tentang kretek, ada yang berbeda. Rancangan “naskahnya” jauh-jauh hari sudah disiapkan oleh bangsa lain untuk dibahas. Argumen ilmiah pun dirancang sesuai dengan kaidah keilmuah. Tak kurang lebih dari 70.000 hasil yang memberikan penghakiman terhadap rokok (kretek). Namun tidak satu pun dari hasil riset tersebut berasal dari penelitian terhadap bahan yang berasal dari produk kretek Indonesia. Karena silau terhadap pemikiran impor, hasil riset bangsa asing pun diterapkan untuk menghakimi kretek dari Indonesia. Kretek kemudian di cap bahaya dari dalil dan argumen kesehatan.

Contoh nyata regulasi impor adalah label warning yang tersaji dalam bungkus rokok kretek adalah regulasi yang dipaksakan. Label yang berbunyi “Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung, Impotensi Dan Gangguan Kehamilan Dan Janin”, sebetulnya merupakan produk pemikiran dan hasil riset impor yang  diterima tanpa reserve. Klaim dalam label warning dalam bungkus kretek tersebut menurut  Wanda Hamilton dalam bukunya “Nicotin War – Perang Nikotin dan Para Pedagang Obat”, berasal dari  Surgeon General (SG). SG sendiri merupakan bagian dari Departemen Kesehatan Masyarakat dan Sains Pemerintah Amerika Serikat. SG didirikan oleh Congress pada tahun 1798. 

Sekarang ini pejabatnya adalah Vice Admiral Regina M. Benjamin, M.D., M.B.A. Laporan Surgeon General tentang pengaruh rokok terhadap kesehatan pertama kali diterbitkan pada tahun 1964. Laporan ini berisi hasil penelitian kasus-kasus di A.S. tentang pengaruh rokok terhadap semua sistem organ tubuh yang diperbaharui secara berkala. Menurut Wanda Hamilton, sejak tahun 1988 Surgeon General telah disusupi oleh orang-orang dari pabrik farmasi yang membuat permen karet nikotin dan koyok nikotin, yaitu produk-produk pengganti rokok.

Pertanyaan yang perlu dikemukakan dan belum mendapatkan jawaban dari kegiatan riset sampai sekarang baik oleh regulator, akademisi dan stakeholders kretek adalah, bagaimana dengan rokok asli Indonesia (kretek) apakah juga menyebabkan stigma penyakit sebagaimana klaim dalam bungkus rokok tersebut?

Aisling Irwin dalam artikelnya berjudul Study casts doubt on heart ‘risk factors’ (International News, 25/8/1998), mengungkapkan, studi cardiologi paling besar yang pernah dilakukan telah gagal menemukan hubungan antara serangan jantung dengan faktor-faktor risiko klasik, seperti merokok dan tingkat kolesterol yang tinggi. Bahkan, Monica study, melakukan kajian di 21 negara selama 10 tahun. Para ilmuwan tidak dapat menemukan koneksi statistik antara reduksi dengan perubahan-perubahan dalam obesitas, merokok, tingkat tekanan darah, atau kolesterol.

Hasil studi ini diumumkan the European Congress of Cardiology in Vienna pada Agustus 1998. Studi yang paling lama dan paling besar di dunia itu menghimpun informasi dari 150.000 serangan jantung, terutama di Eropa Barat, dan Rusia, Islandia, Kanada, China, dan Australia. Sekalipun hasil studi Monica yang didanai WHO mengungkapkan tidak adanya hubungan antara penyakit jantung dengan faktor risiko fisik, WHO tetap saja mengatakan bahwa faktor-faktor risiko klasik (karena tembakau) merupakan kontribusi utama bagi risiko individual.

Instrumen internasional
Seperti diketahui, saat ini di tingkat internasional ada instrumen legal yang mengatur tentang distribusi rokok. Instrumen tersebut adalah The WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC). Indonesia dan Amerika sendiri sampai saat ini belum menandatangani FCTC tersebut. FCTC adalah sebuah perjanjian (treaty) atau instrumen internasional yang dibuat di bawah pengawasan WHO. FCTC ini dibuat dan dikembangkan dengan maksud untuk merespon epidemi penggunaan tembakau di era global.

Anehnya beberapa produk regulasi hukum tersebut selalu memberi penekanan yang lebih berat pada sektor tembakau dan industri hasil tembakau (IHT). Padahal ada stakeholder lain yaitu pemerintah sebagai regulator, masyarakat sebagai konsumen, dan kelompok kepentingan lain, baik lokal maupun asing, sebagai pressure group.  
 
Menurut Ralf Dahrendorf, negara hukum yang demokratis mensyaratkan empat perangkat kondisi sosial. Pertama, persamaan dalam setiap proses politik. Kedua, tidak ada kelompok yang memonopoli. Ketiga, berlakunya nilai-nilai yang boleh disebut sebagai kebajikan publik. Keempat, menerima perbedaan dan konflik kepentingan sebagai realitas sosial yang tidak dapat dihindarkan. Sebagai negara hukum (rechstaat), negara harus memastikan bahwa regulasi disusun berdasarkan prinsip-prinsip tersebut.

Sayangnya, produk regulasi hukum tembakau dan IHT tidak sepenuhnya dapat menggambarkan terjaminnya prinsip-prinsip tersebut. Masih ada kelompok tertentu, baik domestik maupun internasional yang mempunyai akses yang luas pada sumberdaya ekonomi dan politik yang dapat mereduksi perwujudan kedaulatan hukum (the autonomy of law) Indonesia.

Hal ini bisa dilihat dari sikap “given” pemerintah  yang teresonansi dalam draft RPP dan RUU yang mengatur tembakau dan IHT, secara konten mengandung dan memuat copy paste dari isi traktat Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Sebagaimana pendapat Sinzheimer bahwa hukum tidak bergerak dalam ruang hampa dan berhadapan dengan hal-hal yang abstrak. Melainkan, ia selalu berada dalam suatu tatanan sosial tertentu dan manusia-manusia yang hidup. Produk hukum di Indonesia seharusnya bersumber dan berdasar pada ideologi Pancasila yang disebut Sang Proklamator Soekarno sebagai “Philosofische grondslad" dan harus berdasarkan pada UUD 1945.

Secara teoritis, menurut I.S Susanto (Kriminologi, FH Universitas Diponegoro, Semarang : 1995, hal. 17), ada tiga perspektif mengenai pembentukan undang-undang untuk menjelaskan hubungan antara hukum (undang-undang) dengan masyarakat. Pertama adalah model konsensus. Model ini mendasarkan pada asumsi bahwa undang-undang merupakan pencerminan dari nilai dasar kehidupan sosial. Dengan demikian pembuatan serta penerapan undang-undang dipandang sebagai pembenaran hukum yang mencerminkan keinginan kolektif. Kedua model pluralis. Model ini menyadari adanya keanekaragaman kelompok-kelompok sosial yang mempunyai perbedaan dan persaingan atas kepentingan dan nilai-nilai. Karena adanya perbedaan-perbedaan tersebut, maka hukum perlu dibentuk.

Ketiga model konflik. menyadari kebutuhan akan adanya mekanisme penyelesaian konflik, masyarakat sepakat terhadap struktur hukum yang dapat menyelesaikan konflik tanpa membahayakan kesejahteraan masyarakat.  Model konflik menekankan pada adanya paksaan dan tekanan yang berasal dari sistem hukum. Sistem hukum tidak dipandang sebagai alat yang netral untuk menyelesaikan perselisihan, tetapi sebagai mekanisme yang diciptakan oleh kelompok politik yang paling berkuasa untuk melindungi dan mencapai kepentingan-kepentingannya sendiri.

Subtansi FCTC yang  nyata-nyata mendapatkan reaksi keras dari masyarakat dan stakeholders kretek di Indonesia, tidak bisa diadopsi  begitu saja substansinya menjadi substansi hukum di Indonesia. Ada permasalahan yang sangat kompleks yang dapat menimbulkan persoalan baru jika regulasi (UU maupun PP) dicopy dari FCTC. Sebagaimana ungkapan Seidman mengenai ‘the law of non-transferability of law’, setiap negara secara spesifik memiliki problem sendiri-sendiri sehingga apapun bentuknya apakah itu hukum asing atau instrumen internasional tidak serta merta dapat ditransfer menjadi hukum di suatu negara. 

Semestinya produk regulasi hukum semangatnya adalah mencari titik temu antar berbagai kepentingan. Produknya harus memperhatikan berbagai dimensi dan sudut pandang, baik industri, petani, tenaga kerja, serta dimensi lingkungan dan kesehatan. Produk hukum sebagai produk kebijakan publik harus meramu nilai keadilan (filosofis), kemanfaatan (sosiologis), dan bukan hanya semata menonjolkan aspek hukum (normatif) semata. (K-4/***)

*Adi Harnowo, Direktur Eksekutif Lembaga Katalog Indonesia

Sumber : KOMHUKUM.COM

Leia Mais

Beberapa Hal yang Menarik dari Seorang Hitler

Adolf Hitler dapat disebut sebagai salah satu diktator terkejam sepanjang sejarah. Ia memimpikan berdirinya kekaisaran Jerman yang mencakup seluruh wilayah Eropa. Jargon yang diusungnya adalah "Bangsa Jerman adalah ras yang paling unggul di muka Bumi", walaupun visi yang diusungnya luar biasa, para ahli sejarah mengungkap sejumlah fakta unik yang bertolak belakang pada kehidupan Hitler.
Adolf Hitler
Adolf Hitler

Leia Mais

Iran Hukum Mati 4 Koruptor

Komhukum (Teheran) - Jaksa Agung Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, mengatakan, pengadilan Iran menjatuhkan hukuman mati kepada empat koruptor dengan perkara penggelapan dana bank sebesar 2,6 miliar dolar AS.

Mohseni-Ejei, yang juga juru bicara peradilan Iran, mengatakan, pengadilan telah selesai menyelidiki kasus itu dan hakim telah mengeluarkan putusan untuk 39 tersangka, kata laporan tersebut.

Sebanyak empat dari 39 tersangka telah dijatuhi hukuman mati, dua orang telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan tahanan yang tersisa telah menerima 10, 20 dan 25 tahun penjara.

Selain hukuman mati, pengadilan telah memerintahkan narapidana untuk mengembalikan aset, kata laporan itu. Iran menangkap puluhan tersangka atas korupsi bank yang digambarkan sebagai kasus terbesar penggelapan yang pernah terjadi di Iran.

Menurut laporan itu, kasus penggelapan dimulai pada 2007 oleh perusahaan Amir Mansour Arya Investment Group dan berkembang pada 2010 setelah beberapa bank besar Iran, termasuk Bank Saderat dan Bank Melli, mengeluarkan pinjaman untuk perusahaan itu.

Para pejabat Iran mengatakan, kasus ini melibatkan penggunaan dokumen palsu untuk mendapatkan kredit perusahaan investasi. Perusahaan menggunakan mereka untuk membeli aset-aset seperti pada perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN). (K-5/EIO)

KOMHUKUM - Iran Hukum Mati 4 Koruptor - INTERNASIONAL

Leia Mais

Dilema Harga Tahu Tempe

Pagi itu Mas Joko sedang membaca koran, sedangkan Fian menyemproti burung kesayangannya.


Mas Joko : Gila … gara-gara kedelai langka, produsen tempe dan tahu mogok kerja, walhasil untuk beberapa hari ini tempe dan tahu hilang dari pasaran ..

Fian: Parah! Kita nggak bisa buka puasa pake tahu tempe lagi dong ..!

Mas Joko : Parah! ini tidak bisa dibiarkan ..! (mengepal tangan)

Fian : Iya Mas Jok, kita harus demo ..!!!

Keesokan harinya.

Berita TV : Setelah beberapa hari yang lalu sempat melonjak, kini harga tempe dan tahu sudah kembali normal ..

Mas Joko : Akhirnya kita bisa buka puasa pake tempe dan tahu lagi nih ..!!

Fian : Yoi .. Mas Jok!! yeahhh ..!!!

Ibu kost : Karena harga tempe dan tahu sudah normal, menu buka puasa hari ini adalah tempe dan tahu ..

Keesokan harinya, ibu kost menyediakan tempe dan tahu lagi.

Besoknya lagi, tempe dan tahu ..

Besoknya, tempe dan tahu ..

Besoknya, tempe dan tahu ..

Besoknya, masih tempe dan tahu ..

Besoknya, lagi-lagi tempe dan tahu ..

Fian : Hiks! sampai kapan kita makan tempe tahu mulu ..??

Mas Joko : Kalau tau begini, mendingan harga tempe sama tahu dimahalin aja deh ..!

Leia Mais

Operasi Barbarossa

Invasi Jerman ke Uni Soviet

Tentara Jerman melemparkan granat tangan Potato-Smasher dalam fase-fase awal Operasi Barbarossa

Leia Mais

Foto-foto Unternehmen Wacht am Rhein (Battle of the Bulge, Ardennes Offensive, atau Von Rundstedt Offensive)

Di awal-awal ofensif Ardennes, pasukan Jerman berhasil memukul mundur pihak Sekutu dan menimbulkan banyak korban. Salah satu di antaranya adalah tentara Amerika malang yang tergeletak mati di sebelah mobilnya, di wilayah antara Hohen Venn dan utara Luxemburg, pertengahan Desember 1944. Si tentara ini telah dipereteli jaket, sepatu serta kaus kakinya!

Leia Mais

Pertempuran El-Alamein (1942)

Penentuan Hegemoni Jerman di Afrika Utara!

Rommel bersama para perwira dari Artillerie Regiment 33 yang merupakan bagian dari Divisi Panzer ke-15

Leia Mais

Foto Erwin Rommel Sebagai Panglima Afrikakorps


Erwin Rommel dan Generalmajor Georg von Bismarck dari 21.Panzer-Division

Rommel berfoto dengan medali Brillanten dan Pour le Mérite yang didapatnya dalam Perang Dunia Pertama

Erwin Rommel bersama dengan prajurit-prajurit Afrikakorps di tahun 1942. Yang memotret foto ini adalah fotografer pribadi Adolf Hitler, Heinrich Hoffmann

Erwin Rommel

Foto lain Erwin Rommel dengan Albert Kesselring di Libya tahun 1941

Rommel berbincang-bincang dengan salah satu jenderalnya di Afrika, Ludwig Crüwell (kanan)
Rommel sedang berunding dengan Oberstleutnant Fritz Bayerlein dan Generalfeldmarschall Albert Kesselring di Afrika, bulan Februari 1942
Erwin Rommel bersama dengan Ritterkreuzträger Friedrich Kemnade
Rommel sedang berbincang-bincang dengan Hans Geisler (komandan Korps Udara X, pangkat terakhirnya General der Flieger) di Derna tanggal 30 September 1941, sementara di sebelah kanan adalah Oberstleutnant Siegfried Westphal (pangkat terakhir General der Kavallerie). Perhatikan dinding bangunan di latar belakang yang telah dengan cermat di-cat kamuflase!

Rommel bersama dengan Hermann-Bernhard Ramcke, komandan Brigade Ramcke yang merupakan satu-satunya unit Fallschirmjäger di Afrika. Keduanya tampak sedang asyik meneropong yang kemungkinan sasarannya adalah cewek bugil lagi mandi!

Rommel bersama dengan Generalmajor Hermann-Bernhard Ramcke, musim panas 1942 di Afrika Utara (perasaan Afrika seumur-umur musim panas terus?). Foto ini lumayan terkenal, dan memperlihatkan Ramcke yang mengenakan seragam dan celana "kedombrangan", sementara topinya adalah dari jenis "Hermann-Meyer" yang langka

Erwin Rommel berbincang-bincang dengan sekutunya dari Italia

Erwin Rommel bersama dengan perwira Luftwaffe yang tidak diketahui namanya. Dari wajahnya sih rada-rada mirip sama Otto Heymer (pangkat terakhir: Oberst). Tapi yang jelas Heymer cabut dari jabatan sebagai staff Rommel sebelum sang "Serigala Padang Pasir" menjadi Generalfeldmarschall dengan alasan karena tidak disukai oleh atasannya tersebut, tapi saya pribadi nggak tahu kapan persisnya dia mampret!

Erwin Rommel sedang melihat peta pertempuran bersama ajudannya selama kampanye Jerman di gurun Afrika tahun 1942. Di kiri belakang adalah Oberst Eduard Crasemann

Erwin Rommel bersama dengan Oberstleutnant Eduard Crasemann (pangkat terakhir: General der Artillerie) sedang mendiskusikan peta situasi pertempuran, bulan Juni 1942. Di foto ini kita bisa mengetahui bahwa bahkan para perwira tinggi mengenakan seragam "santai" dengan kemeja dan celana pendek yang nyaman buat dipakai di tengah teriknya cuaca gurun. Perhatikan bahwa kaus kaki panjang Craseman digulung sampai sedikit saja di atas sepatu

Rommel dan perwira Luftwaffe Stefan Fröhlich (pangkat terakhir General der Flieger). Di belakangnya ada para prajurit Italia

Foto lain dari Rommel dan Bayerlein

Rommel bersama dengan kepala staff-nya, Fritz Bayerlein. Karir Bayerlein kemudian menanjak dan menjadi komandan Divisi Panzer-Lehr. Foto ini diambil ketika musim dingin melanda Afrika Utara, dan keduanya memakai mantel khusus yang dinamakan dengan Wachmantel. Perwira di belakang Bayerlein nampaknya adalah Alfred Gause (berdasarkan dari "cameuh"-nya yang khas!)

Erwin Rommel dan para staffnya di Afrika. Dari kiri ke kanan: Fritz Bayerlein, Friedrich-Wilhelm von Mellenthin, Rommel dan Walther Nehring

Rommel dan para staffnya

Erwin Rommel (kanan) bersama dengan staf komandonya

Foto resmi Rommel di tahun 1942. Dia memakai seragam lapangan abu-abu dan Schirmmütze (topi) hijau gelap dengan pipa dan adler kuning khas jenderal. Pakaian yang dikenakannya merupakan seragam kontinental yang sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan untuk pasukan Jerman di Eropa Daratan. Tuniknya sendiri berbahan wol kualitas tinggi dengan warna coklat tembakau, yang biasanya dibuat khusus untuk kalangan perwira tinggi. Kita bisa mengenali seragam tropis Jerman hanya dengan melihat kerahnya yang terbuka. Medali yang "mencekik" lehernya adalah Knight's Cross with Oakleaves and Swords, plus Por le Mérite yang didapatnya waktu muda di medan perang Italia dalam Perang Dunia Pertama. Dari foto ini kita bisa melihat bahwa Rommel telah memakai seragamnya sesuai standar, dengan tidak menambahkan lebih banyak lagi medali dan penghargaan di sekeliling leher dan tuniknya
Rommel menghadiri acara Sport Fest bagi para anggota Afrikakorps, salah satu upaya untuk mengurangi stress para bule yang bertempur jauh dari negerinya ini. Yang mengapit Rommel adalah Generalmajor Alfred Gause (kiri) dan Generalmajor Walter Neumann-Silkow (kanan)
TIME volume XL terbitan 13 Juli 1942 : Generalfeldmarschall Erwin Rommel dengan latar belakang Terusan Suez. "Takdir Mesir adalah juga takdir Timur Tengah"

Foto ini diambil dari buku "With Rommel in the Desert" karangan Heinz Werner Schmidt. Disini diperlihatkan Erwin Rommel sedang mendiskusikan serangan yang akan dilangsungkan terhadap Tobruk bersama dengan para perwira mudanya. Schmidt berdiri paling kiri dengan teropong
Masih dari sesi foto yang sama dengan di atas, cuman sekarang Schmidt-nya nggak nongol!
Rommel menyambut kedatangan Komandan XXI Corps, Generale di Corpo d'Armata Enea Navarini asal Italia. Di dekat mereka adalah Generalmajor Alfred Gause dan Generalleutnant Walther Nehring

Erwin Rommel bersama dengan Generale d'Armata Italo Gariboldi dari Italia di hari kedatangannya di Afrika Utara, menyaksikan parade Afrikakorps di Tripoli, Libya. Untuk menimbulkan kesan bahwa pasukan Jerman yang datang berjumlah lebih banyak dari yang sebenarnya, ia memerintahkan agar panzer-panzer Jerman berputar kembali setelah berparade untuk menapaki rute yang sama. Intelijen Sekutu tertipu mentah-mentah dan melaporkan berita yang "berlebih-lebihan" kepada markasnya! BTW, di belakang Rommel (kanan) adalah Heinrich Kirchheim (pangkat terakhir Generalleutnant), jenderal yang menonjol karena jangkungnya dan suka sekali mengenakan "legging"

Erwin Rommel di Tripoli

Rommel dalam kunjungannya ke Markas Besar Korps Angkatan Darat Italia di Afrika, 28 Januari 1942. Di sebelah kiri adalah Generale di Corpo d'Armata Enea Navarini, di belakang Rommel adalah Oberst Paul Diesener (Kommandeur des Verbindungsstabs zum XXI. ital. AK), dan kedua dari kanan adalah Generalmajor Alfred Gause (Chef des Generalstabs der Panzergruppe Afrika)

Rommel sedang menginspeksi tawanan Inggris (yang baru saja digaruk Satpol PP) dengan mobil Horch-nya. Sebagian prajurit Inggris yang berasal dari Bandung pasti berujar dalam hati : "Anyiiiiing! Iyeu gening Desert Fox teh!"

Sudah bukan rahasia lagi kalau Rommel adalah pemimpin yang sangat dicintai oleh anak buahnya, dan inilah salah satu alasannya : ketika mobil Horch milik staff-nya tak dapat bergerak karena terperangkap pasir, tanpa basa-basi Rommel langsung membantu mendorong sampai berhasil keluar! Jauh berbeda dengan para pemimpin militer umumnya yang seakan 'anti' terhadap hal-hal yang beginian...

Rommel menerima medali dari jenderal Italia Ettore Bastico. Mau tahu medali apa yang dikalungkan di lehernya? Lihat foto di bawah!

Rommel sedang berbincang-bincang dengan perwira Italia dengan latar belakang sebuah pesawat ringan Fieseler Fi-156 "Storch" yang menjadi andalan Rommel setiap kali dia menclok dari satu front ke front lain

Rommel dengan Sekutunya orang Italia di Afrika

Rommel berbicara dengan perwiranya di Afrika Utara, tak lama setelah kedatangannya kesana. Perhatikan pasir gurun di kaki mereka!

Rommel sedang meninjau Divisi Panzer ke-15 bersama Sonderführer Zwilling di antara Tobruk dan Sidi Omar (Libya), 24 November 1941. Wajah lelah dan penuh debu tampak kentara dari manusia-manusia di foto ini, yang kemungkinan besar merupakan ekses dari kebiasaan Rommel di medan perang manapun untuk mem-push pasukannya sampai ke daya tahan maksimal yang tubuh mereka sanggup hadapi. Sudah bukan rahasia lagi kalau pada saat pertempuran sedang dahsyat-dahsyatnya berkecamuk, Rommel hanya tidur kurang dari 2 jam seharinya!


Erwin Rommel di Tripoli (Libya) saat pertama datang ke Afrika Utara tanggal 14 Februari 1941. Dia diantar oleh Gubernur Jenderal Italia Italo Gariboldi untuk berkenalan dengan perwira-perwira Italia. Di belakang Rommel adalah Johannes Streich (pangkat terakhir Generalleutnant)

Erwin Rommel di Tripoli bersama dengan perwira-perwira Jerman dan Italia. Jenderal yang berdiri di tengah adalah Johannes Streich, sementara yang paling kiri adalah Chef des Stabes pertama Rommel, Oberst Claus von dem Borne

Erwin Rommel di atas halftrack komando favoritnya, SdKfz 250 "Greif", di dekat Tobruk akhir Juni 1942. Grenadier di sebelah kanan memakai penutup helm dari bahan karung Hessian kasar, sementara yang lain mencat helmnya dengan warna pasir yang di-finishing dengan pola tikar

Erwin Rommel di front El-Alamein bersama dengan para perwiranya. Foto ini diambil dari sebuah koran Jerman terbitan tahun 1951

Masih dari buku karangan Heinz Werner Schmidt. Erwin Rommel bersama dengan Mayor gendut Italia dari batalyon konstruksi jalan yang komplain masalah makanan dan anggur. Schmidt berdiri (lagi-lagi) paling kiri memegang peta. Caption foto ini sungguh menggelitik, seakan-akan jawaban Rommel adalah: "Anda mengeluh masalah makanan, tapi tampaknya kekurangan tersebut sama sekali tidak terlihat pengaruhnya terhadap diri (baca: badan) anda!"

Foto berwarna Rommel yang diambil dari buku 'Helden der Wuste' yang diterbitkan di tahun 1943. Orang yang mempunyai buku ini santai saja mencabut halaman yang memasang foto Rommel hanya untuk men-scannya, yang berarti dia telah merusak buku yang harganya sekarang mencapai 140 dolar!

Rommel dengan semua tanda kebesarannya
Rommel sebagai seorang Generaloberst (Kolonel Jenderal) di Afrika Utara

Leia Mais