Jumat, 22 Juni 2012

Kepala Polisi Vietnam Tembak Mati Kapten Viet Cong

Saigon, Vietnam Selatan, 1 Februari 1968. Nguyen Ngoc Loan kepala polisi Vietnam Selatan mengeksekusi seorang tawanan dari Viet Cong (Front Nasional Kemerdekaan Vietnam Selatan) yang berperang melawan pemerintah Vietnam Selatan dukungan Amerika Serikat. Tawanan yang ditembak kepalanya tersebut bernama Nhuyen Van Lem, seorang kapten dari Viet Cong.

Foto yang diambil oleh Jurnalis Eddy Adams pada tanggal 1 februari 1968 ini menggambarkan seorang kepala polisi Vietnam Selatan, Nguyen Ngoc Loan mengeksekusi seorang kapten dari Viet Cong, Nguyen Van Lem. Foto ini tersebar di Amerika serikat dan menimbulkan kebencian penduduk disana terhadap Nguyen Ngoc Loan.

Malangnya, Nguyen Ngoc Loan setelah peristiwa tersebut, malah bermigrasi ke amerika dan membuka restoran Pizza disana. Kedamaian hanya didapatkan Jendral untuk sesaat, karena rupanya orang-orang disana mengenali wajahnya dan mulai melakukan semacam "pembalasan" atas kekejamannya melalui teror-terror verbal, tulisan-tulisan di kamar mandi restorannya. "Teror" ini memaksa Jendral untuk menutup restorannya ketika identitasnya diketahui masarakat.

Tetapi, disamping kebencian masyarakat Amerika terhadap Nguyen Ngoc Loan. Sang fotografer sendiri, yang melihat kejadian secara lansung, justru meminta maaf kepada sang Jendral. Eddy Adam bahkan menyatakan menyesal telah menyebarluaskan foto tersebut.

Ada apa rupanya?
Rupanya, masyarakat Amerika dan mungkin juga dunia, begitu terpengaruh oleh foto ini sehingga menganggap apapun persepsi yang mereka dapat dari foto ini adalah kebenaran.

Faktanya, Nguyen Ngoc Loan menangkap Nguyen Van Lem yang pada hari itu melakukan pemberontakan besar-besaran di seluruh Vietnam. Dengan demikian kondisi sebenarnya bukanlah "pembantaian" seperti yang tergambar dalam benak orang-orang Amerika tetapi "perang" dan Nguyen Van Lem barada di pihak yang kalah. Dalam perang dimanapun, wajar bila dia terbunuh.

Tambahan lagi, Nguyen Van Lem bukanlah orang biasa di Viet Cong, dia adalah komandan dari kelompok pembantai anak buah Nguyen Ngoc Loan. Saat ditangkap Nguyen Van Lem berada di lokasi bersama empat puluh tiga orang Polisi beserta keluarganya yang terikat dan telah tewas ditembak. Dengan kata lain, Ngyuen Ngoc Loan mengeksekusi seorang Van Lem, karena Van Lem telah mengeksekusi 43 orang anak buahnya.

Hal seperti foto inilah yang saya istilahkan dengan berita satu waktu. Pemberitaan dimana, hanya mencakup suatu kejadian pada satu waktu tertentu. Seperti terlihat pada contoh di atas, pemberitaan seperti ini seringkali tidak fair dan menimbulkan kesalahan persepsi atas apa yang terjadi.

Padahal, peristiwa tersebut "satu kejadian". Dan seperti saya contohkan di atas, satu kejadian saja belumlah cukup untuk menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi. Banyak kejadian-kejadian pendahulu yang telah terjadi sebelum peristiwa tersebut yang patut dicermati untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

0 komentar:

Poskan Komentar